Sejarah Plague of Black Death: Wabah Maut yang Memusnahkan Setengah Populasi Eropa

Daftar Isi

Ya... dia adalah PLAGUE OF BLACK DEATH atau WABAH MAUT HITAM. Wabah Maut Hitam atau Plague of Black Death adalah suatu pandemi dahsyat yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14, tepatnya sekitar tahun 1347 sampai 1351, dan membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Pada saat yang bersamaan, terjadi pula pandemi di sebagian besar Asia dan Timur Tengah, yang menunjukkan bahwa peristiwa di Eropa sebenarnya merupakan bagian dari pandemi multi-regional dan diriwayatkan telah merenggut sekitar 75 juta jiwa pada masa itu.

Berdasarkan informasi yang kita dapat, gejala dari Maut Hitam ditandai dengan adanya pembengkakan kelenjar getah bening yang bisa sebesar telur ayam pada selangkangan, ketiak, atau leher, dan bertekstur lembut serta hangat.

Gejala lainnya juga disertai dengan demam, menggigil, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot.

Pasti kalian bertanya-tanya bagaimana awal mula wabah Black Death muncul.

Banyak sekali teori-teori di luar sana, dan berdasarkan dari beberapa sumber yang kita cari akan kita rangkum.

Ada sejarawan yang mencatat bahwa pada saat itu wabah Black Death muncul ketika kapal-kapal mendarat di pelabuhan Italia, dan di dalam kapal tersebut ditemukan orang-orang yang sudah mati dan sekarat. Orang-orang tersebut adalah awak kapal itu sendiri. Terlihat ada banyak sekali benjolan pada mayat-mayat awak kapal tersebut.

Penyebaran dari wabah itu sangat cepat sekali menjangkiti warga-warga Eropa.

Wabah ini sangat menular dan mematikan. Dan wabah ini berakhir pada tahun 1351. Tapi sayangnya, setelah beberapa abad kemudian wabah ini kembali meneror dunia.

Dan dikatakan kemunculan gelombang kedua terjadi di Asia lalu menyebar ke Eropa, dan London adalah kota pertama di Eropa yang dilanda pada tahun 1665. Kemudian wabah itu menyebar lagi dan menewaskan ribuan jiwa pada masa itu.

Pada masa peristiwa tersebut berlangsung, terjadi kekurangan tenaga manusia, contohnya guru dan pekerja profesional, dan wabah ini membunuh sekitar 50 juta nyawa atau hampir 60% warga Eropa.

Dan pada saat wabah itu muncul kembali pada abad ke-17, sebagian orang melakukan tugas-tugas yang bisa dibilang creepy demi menghentikan penyebaran wabah tersebut.

Terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu The Seekers, The Watchers, The Corpse Bearers, dan The Plague Doctors.

The Seekers

Yang pertama adalah The Seekers atau pencari. Tugas para The Seekers adalah mengunjungi rumah-rumah penduduk, memeriksa mereka yang sudah meninggal dan yang sekarat, lalu mendata siapa saja yang sudah terinfeksi.

Jika ada penduduk yang terjangkit, mereka akan dikarantina di rumah mereka sendiri. Tidak ada yang boleh keluar maupun masuk, tak terkecuali barang-barang yang ada di rumah tersebut. Lalu rumah itu akan dipasang sebuah palang berwarna merah sebagai tanda dan warning bahwa rumah tersebut sudah terjangkit.

The Watchers

Yang kedua adalah The Watchers atau pengawas, yang memastikan dan tentunya mengawasi rumah yang sudah terjangkit agar tidak ada yang keluar maupun masuk dari rumah yang sedang mereka awasi.

The Corpse Bearers

Kemudian yang ketiga adalah The Corpse Bearers atau pengangkut mayat. Pada saat itu pekerjaan ini dianggap sebagai pekerjaan yang sangat hina karena para pengangkut mayat adalah orang-orang dari kasta rendah dan tidak berpendidikan. Ditambah lagi mereka sangat rentan untuk terjangkit wabah.

Para The Corpse Bearers mengangkut mayat-mayat menggunakan tongkat panjang lalu menaikkannya ke sebuah gerobak dan kemudian mengantarkan mereka yang sudah mati menuju pemakaman massal.

Hal lain yang membuat pekerjaan mereka dipandang sebelah mata adalah karena mereka sering merogoh kantong mayat-mayat yang mereka angkut demi mendapatkan koin.

The Plague Doctors

Dan last but not least ialah THE PLAGUE DOCTORS atau dokter wabah. Hal yang paling menonjol dari mereka adalah how they dressed up atau cara berpakaian mereka, yaitu menggunakan pakaian serba hitam yang terbuat dari kulit dan memakai topeng seperti paruh burung gagak.

Para pemerintah sangat menaruh harapan pada mereka untuk membantu mencari titik terang.

The Plague Doctors bukan hanya merawat orang yang terjangkit, tetapi juga mendata setiap orang yang terinfeksi dan mengamati fase masing-masing gejala dengan detail untuk riset atau penelitian.

Tetapi ada suatu praktik yang sangat mengerikan yang mereka lakukan dan ilegal pada saat itu, yaitu praktik autopsi. Karena mereka suka melakukan hal tersebut, para penduduk merasa sangat ketakutan akan kehadiran The Plague Doctors dan bahkan sering menganggap mereka sebagai The Angel of Death atau malaikat maut.

Sehingga membuat nama Plague Doctor menjadi buruk karena seringnya kematian setelah mereka mengunjungi suatu tempat. Ditambah lagi cara mereka berpakaian memang terlihat sangat menakutkan di mata masyarakat.

Tapi ironinya, walaupun pakaian mereka terlihat seperti tidak memiliki cela, tak sedikit juga dari mereka yang ikut terkena wabah.

Rumor-Rumor di Balik Black Death

Kemudian pada saat wabah mulai mereda, masyarakat bertanya-tanya kenapa banyak sekali wabah terjadi sehingga muncullah rumor-rumor yang menurut gua sangat liar.

1. Black Death Adalah Senjata Biologis

Rumor pertama adalah wabah Black Death sebenarnya biological weapon atau senjata biologis. Kalau kalian belum tahu apa itu senjata biologis, secara dasar senjata ini menggunakan virus, bakteri, dan mikroorganisme berbahaya lainnya.

2. Tuduhan Kepada Orang Yahudi

Yang kedua adalah pada tahun 1348 Masehi ada rumor yang mengatakan bahwa wabah tersebut disebabkan oleh orang Yahudi yang ingin menghancurkan umat Kristen dan seluruh agama di dunia.

Rumor terus beredar di sekitar Savoy dan Danau Jenewa, yang diduga bertindak atas perintah seorang pirate rabbi atau rabi bajak laut yang telah memulai rencana untuk meracuni orang-orang Kristen di Italia, Swiss, dan Prancis.

Menurut suatu sumber, orang-orang Yahudi pada masa itu ditangkap, disiksa, lalu dibantai, dan hal tersebut berlangsung hingga 3 abad. Menurut gua personally, ini salah satu gerakan anti-semitisme paling dahsyat karena berlangsung selama 300 tahun, padahal informasi tersebut belum tentu benar atau bahkan hoaks.

Ditambah lagi pada saat itu teknologi belum berkembang dan masyarakat masih dalam keadaan panik, sehingga ketika mendengar suatu informasi mereka langsung percaya begitu saja.

3. Kucing Hitam Dianggap Pembawa Sial

Dan rumor ketiga ini mungkin membuat para cat lovers sedih dan sangat mengutuk perbuatan orang-orang di masa lalu.

Karena sebuah pernyataan dari seorang paus bernama Pope Gregory IX, beliau mengatakan bahwa kucing adalah jelmaan iblis atau penyihir, terutama kucing hitam. Bahkan sampai sekarang pun rumor bahwa kucing hitam adalah sebuah malapetaka atau bad luck masih banyak dipercaya orang. Sungguh memalukan dan sangat membuat gua kesal.

Sehingga pada masa itu, kucing-kucing yang menggemaskan dan tak berdosa dibantai habis-habisan oleh masyarakat yang percaya akan pernyataan tersebut.

Secara ilmiah, Black Death atau Maut Hitam adalah penyakit pes yang disebabkan oleh bakteri yang dibawa kutu dari tikus dan kemudian menginfeksi manusia.

Apakah Black Death Masih Ada?

Dan apakah penyakit atau wabah Black Death masih ada? Naudzubillahiminzalik, wallahu a'lam.

Wabah Black Death juga banyak menginspirasi para seniman di era sekarang untuk berkarya, contohnya membuat game, film, dan karakter seperti A Plague Tale: Innocence, Black Death, dan tentunya SCP-049 yang terinspirasi dari The Plague Doctor.

Penutup

Oke, sepertinya itu saja informasi yang gua bisa sampaikan ke kalian. Dan I do believe masih ada banyak hal yang belum gua tahu, contohnya bagaimana keadaan Indonesia pada saat itu.

Jika kalian punya informasi tambahan, boleh komen di bawah agar gua dan kita semua bisa teredukasi bersama-sama.

Maaf ya jika masih ada misinformasi dan kekurangan dari artikel ini. Dan terus pantengin blog kita agar tidak ketinggalan artikel baru.

Thank you guys so much for watching, stay safe, stay healthy, and see you later. Bye!

Posting Komentar